Sabtu, 25 Februari 2012

Cara Singkat Terminasi Fiber Optic

1. Pertama2 siapkan fisik dan mental , jangan lupa banyak minum air putih dan tarik nafas dalam-dalam.
2. Siapkan kabel fiber optik yang akan di terminasi dalam hal ini kabel yang masih utuh tanpa di sentuh apapun,sambil di ingat-ingat berapa nih dapetnya.
3. Kupas kulit terluar dalam hal ini pembungkus kabel hitam sepeti gambar dibawah, jangan lupa sisakan kabel yg berwarna biru dan lupakan sejenak rencana traktir2nya.
4. Setelah itu coba oleskan alcohol pada bagian kabel warna biru untuk membersihkan gel yang ada pada permukaan kabel itu, jangan terlalu di hayati yaa.
5. Nah ini dia bagian paling seru, coba kupas kabel warna biru tersebut, caranya bisa menggunakan cutter, hati2 jangan sampai kabel bagian dalam terluka bisa di bilang gak profesional nantinya.
4. Setelah selesai nanti akan kelihatan isinya berupa kabel dengan jumlan 4 helai seperti helai rambut . hati2 bro jangan sampai patah , coba oleskan juga alcohol agar helai itu tidak menyatu, coba pisahkan masing2 helai itu,dimana berupa helai dengan warna : biru,hijau,orange dan coklat, satu lagi jangan di kupas itu jarimu.
5. Nah didalam lapisan helai itu adalagi lapisan kaca tapi belum core/inti fiber nya. untuk itu diperlukan alat pengupas.
6. Kupas perlahan2 kulit pembungkus helai itu dengan alat pengupas.
7. Setelah terkupas anda siapkan lem untuk fiber nya. terdiri dari 2 cairan satunya di oleskan ke fiber nya dan satunya di suntikkan ke konektor nya.kemudian perlahan2 anda masukkan fiber nya ke konektor, ingat jangan sampai terlambat, jika terlambat maka lem nya akan mengering dan fiber tidak bisa di tarik lagi.
8. Kemudian silahkan potong fiber nya menggunakan pemotong yang sudah disediakan.jika hasil potongannya bagus maka kemungkinan peluang menggosok2 nya tidak lama
9. Sesekali teropong menggunakan microscope untuk melihat hasil potongan/gosokan fiber nya, awas jangan salah teropong.
Seperti kabel lainnya kalau fiber optic patah musti disambung dan nyambungnya harus dari awal, artinya kabel dikupas sampai pada corenya lalu corenya disambung/displice. Ada dua cara splicing/penyambungan yaitu : Mekanical splicing dan Fusion splicing.
Mecanical splicing adalah penyambungan secara manual/mekanis dimana kedua ujung core setelah dikupas/ditelanjangi menggunakan alat penelanjang (stripper)didempetkan dg kerapatan yg ditentukan lalu dijepit dg alat sambung standar pabrikan FO.
Penyambungan mekanis ini biasanya bersifat darurat dg alasan FO yg ada sangat pendek hingga tdk memungkinkan dilakukan fusion splicing, atau alasan lain karena alat sambung lebur/Fusion Splicer tdk ada atau masih menunggu dari tempat lain, sementara FO harus segera disambung.
Penyambungan mekanis ini memerlukan tingkat ketrampilan dan ketelitian yg tinggi karena betul2 manual supaya hasil ukuran lossnya rendah.
Fusion splicing/Peleburan dilakukan dg menggunakan Splicer sudah computerized sehingga pengerjaannya lebih mudah dan hasil splicingnya relatif lebih bagus, dan biasanya ukuran lossnya sangat rendah.
Setelah splicing selesai maka core optik disusun didalam sebuah tray dg rapi dan terikat kuat/tidak goyang lalu dimasukkan ke dalam alat sambung kabel yg namanya Clossure. Clossure inilah yg berfungsi buat melindungi core dari gangguan eksternal, jadi ujung kabel satu dg lainnya dijepit kuat di clossure ini, sedangkan core berada di dalamnya dg aman.
Kalau di liat ada benda warna hitam berbentuk silinder atau yg lain kira2 sepanjang 60 Cm nempel di ujung tiang kabel FO ya itulah Clossure.
Kabel FO bawah tanah juga demikian prosedurnya hanya saja bentuk dan specifikasi clossurenya sedikit beda karena harus lebih tahan lumpur dan air dalam waktu lama.
Kenapa harus memakai clossure segala?, karena FO itu wujudnya sangat kecil/lembut jadi sangat rawan patah sehingga harus betul2 terlindungi dengan kokoh.
YANG SAYA TAHU TENTANG FIBER OPTIC
Standar FO umumnya sama, wujud kabel sebesar diameter kl. 1 inchi baik yang isinya 6 core hingga 96 core (maaf di atas 96 core saya belum pernah liat).
Setiap 6 core dg pewarnaan berbeda buat pengkodean dimasukkan ke dalam tube/loss tube dg warna yg berbeda pula.
Jadi kalau sebuah kabel FO berisi 96 core maka di dalamnya terdapat 16 loss tube yg berisi nasing2 6 core FO. Kalau satu kabel isinya kurang dari 16 loss tube biasanya diganti dengan plastik dg ukuran yg sama dg loss tube yg biasa disebut filler buat memenuhi isi dari diameter kabel.

WARNA SEBAGAI PENGKODEAN
Yang umum dipakai di dunia telekomunikasi warna FO ada 12 warna dengan urut-urutan (dalam bhs. Indonesia)sbb:
1 = B > Biru 7 = M > Merah
2 = O > Orange 8 = H > Hitam
3 = H > Hijau 9 = K > Kuning
4 = C > Coklat 10 = U > Ungu
5 = A > Abu-abu 11 = P > Pink
6 = P > Putih 12 = T > Tosca
Agar mudah diingat/mudah dihafal maka warna kabel FO disingkat menjadi: BOHCAPMHKUPT (BOHCAP eM Ha Ka U Pe Te).
Warna ini bukan hanya berlaku bagi Core saja tetapi Loss Tubenya juga, karena bertujuan utk memudahkan urutan kabel itu sendiri bilamana yg dipakai/disambung lebih dari 1 loss tube.
Biasanya untuk Core pewarnaan diulang setiap 1 s/d 6 (BOHCAP), sedangkan Loss Tube setiap 1 s/d 12 (BOHCAPMHKUPT)
Sebagai contoh sebuah kabel berisi 24 core yang terdiri dari 4 tube (masing2 tube isi 6 Core), maka urutannya adalah :
Core nomor 1 = Core warna Biru, Loss Tube warna Biru, core berikutnya urut s/d core warna putih.
Core nomor 7 = Core warna Biru, Loss Tube warna Orange, core berikutnya urut s/d core warna putih.
Core nomor 13 = Core warna Biru, Loss Tube warna Hijau, core berikutnya urut s/d core warna putih.
Core nomor 19 = Core warna Biru, Loss Tube warna Coklat, core berikutmya urut s/d core warna putih.

BENDING RADIUS :
Untuk menghindari FO patah akibat tekukan/bending, maka ada ketentuan radius minimum yang diperbolehkan dalam menggulung atau menekuk Kabel FO al :
-Bending radius untuk Kabel minimal 20 kali diameter kabel (kl. 80 Cm).
-Bending radius untuk Core minimal 3 Cm
.

Senin, 13 Februari 2012

Apa itu OTDR?


Ketika kita selesai melakukan penyambungan kabel fiber optic dengan splicer, pasti pelanggan mau tau kualitas kabel yang kita pasang. caranya yah dengan OTDR. Apa itu OTDR?

Optical Time-Domain Reflectometer atau biasa disingkat menjadi OTDR, merupakan suatu peralatan optoelektronik yang digunakan untuk mengukur parameter-parameter seperti pelemahan (attenuation), panjang, kehilangan pencerai dan penyambung, dalam sistem telekomunikasi serat optik. OTDR pada dasarnya terdiri dari satu sumber optik dan satu penerima (receiver), modul akuisisi data, CPU, media penyimpanan data, dan layar monitor.

Yokogawa's OTDR

Prinsip pengukuran OTDR adalah berdasarkan radar optik, dengan menghantarkan denyutan sumber optik (biasanya laser) ke dalam satu masukan serat optik yang sedang diuji dan mengukur waktu yang diperlukan untuk dipantul balik pada penerima



Prinsip pengukuran OTDR

Dengan mengetahui indeks biasan (Index of Refraction, IoR) serat optik dan waktu pantulan balik yang diperlukan, OTDR dapat menghitung jarak yang dilalui oleh pantulan denyutan cahaya tadi. Selanjutnya OTDR dapat juga menentukan kuat pantulan denyutan cahaya dan memberi paparan hasil pelemahan melawan jarak serat optik yang diuji
Hasil perhitungan OTDR diberikan dari persamaan berikut:
jarak = \frac{c}{n}  . \frac{t}{2}
dimana:
c = kecepatan cahaya dalam ruang hampa (299,792,458 m/s)
t = waktu
n = indeks bias


OTDR Trace

OTDR trace
Hasil pengukuran dari OTDR biasanya ditampilkan dalam representatif bentuk grafik pada layar monitornya, dari pengukuran dengan OTDR didapatkan perwakilan ciri-ciri isyarat pemantulan balik bagi suatu serat optik melalui panjangnya dalam bentuk grafik. Sifat-sifat jaringan serat optik ditentukan dengan menganalisa amplitudo dan ciri-ciri temporari dalam bentuk gelombang cahaya penyebaran balik. OTDR memplot ciri-ciri ini dalam bentuk grafik pada hasil skrin paparannya, dimana untuk jarak ditunjukkan oleh sumbu-x dan sedangkan isyarat pemantulan balik ditunjukkan pada sumbu-y dalam unit dB. Selanjutnya informasi seperti pelemahan serat optik, kehilangan pencerai, kehilangan penyambung dan lokasi kecacatan dapat ditentukan dari hasil paparan ini.


Pemantulan Fresnel dan Penyebaran Balik Rayleigh

Pengukuran fenomena cahaya dalam serat optik dikelompokan atas 2 bahagian, yaitu:
  1. Pemantulan Fresnel (Fresnel reflection)
  2. Penyebaran Balik Rayleigh (Rayleigh back-scatter, RBS)
Pemantulan Fresnel berlaku apabila cahaya memasuki medium-medium bahan yang mempunyai IoR yang berbeda, fenomena ini dapat diperhatikan pada tampilan grafik ujung serat optik. Pemantulan Fresnel juga berlaku pada retakan, bengkokan dan sambungan fisik yang terjadi pada sepanjang saluran kabel transmisi serat optik. Sedangkan RBS terjadi disebabkan oleh pelemahan serat optik akibat pengaruh adanya benda luar, dan pengaruh dari perubahan keadaan bahan serat optik.

Splicing Kabel Fiber Optic

Kali ini saya akan membahas apa sajah peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan penyambungan kabel fiber optic. Berikut ini adalah alat-alat yang digunakan:








 Splicer adalah alat yang digunakan untuk menyambung ujung kabel dengan Pig tail dan penyambungan dua kabel di dalam Joint Closure. Alat ini adalah alat yang paling penting dan sangat dibutuhkan perawatan yang baik. Kualitas splicer mulai menurun ketika telah melakukan kira-kira 1.500 kali penyambungan. Biasanya penghitungan loss db mulai tidak akurat ketika splicer sudah mencapai angka penyambungan ke 1.500.

 Gambar di samping ini adalah bagian dari splicer yang menghubungkan kedua ujung kabel. dilengkapi dengan lampu sorot mini, kamera mini, dan pengukur yang sangat presisi.
 Gambar di samping adalah heater / pemanas. Setelah kabel menjadi satu, bagian yang terbuka tadi diberi pelindung. Pelindung dipanaskan dengan heater ini agar kuat dan tidak lepas.



Cleaver merupakan alat pemotong kabel yang sangat presisi. Digunakan untuk meratakan ujung kabel agar ketika dihubungkan tidak memiliki loss decibel yang besar. Standard loss decibel yang ditetpkan oleh ICON+(PT. Indonesia Comnets Plus) adalah dibawah 0,05 db.

Pisau yang digunakan berbentuk lingkaran. ketika sudah tumpul bisa diputar ke bagian yang lebih tajam. Sisa kaca langsung masuk ke kotak pembuangan.
Tang Pengupas ini digunakan untuk mengupas kabel FO.Ada beberapa ukuran lubang yang menyesuaikan dengan lapisan-lapisan pelindung kaca fiber. Alat pemotong ini jarang dijual di pasaran, biasanya alat ini include menjadi satu tool kit.
Alkohol dan tissue digunakan untukmembersihkan kaca pada kabel fiber optic. kebersihan kaca mempengaruhi kualitas kabel pada saat dilakukan splicing. Kaca yang kotor mengakibatkan loss decibel yang besar